
Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang dari 12 persen menjadi 30 persen. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot dalam mewujudkan politik lokal yang lebih inklusif, setara, dan representatif.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyampaikan hal tersebut dalam Forum Politik yang digelar di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (24/6/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta yang terdiri dari perwakilan 18 partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun non-parlemen.
Baca Juga
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
Menurut Maryono, saat ini dari total anggota DPRD Kota Tangerang, baru enam kursi atau sekitar 12 persen yang diisi oleh perempuan. Untuk mencapai target ideal 30 persen, setidaknya dibutuhkan 15 kursi yang diisi oleh perempuan, artinya harus ada penambahan sembilan kursi lagi untuk memenuhi kuota tersebut.
“Ini bukan sekadar angka. Peningkatan keterwakilan perempuan adalah bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi dan mewujudkan keadilan dalam representasi politik,” tegas Maryono.
Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia politik bukan hanya formalitas, melainkan peluang nyata untuk menghadirkan perspektif, suara, dan kepemimpinan perempuan dalam proses pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Maryono menyatakan komitmen dirinya bersama Wali Kota Tangerang, Sachrudin, untuk terus mendorong kebijakan yang inklusif dan ramah perempuan di Kota Tangerang.
“Kita ingin membangun ekosistem politik yang makin terbuka bagi perempuan. Bukan hanya tugas Kesbangpol, tetapi semua perangkat daerah harus bergerak bersama. Partisipasi perempuan dalam politik adalah bagian penting dari pembangunan yang menyeluruh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maryono juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para ibu dan generasi muda perempuan, untuk memandang politik sebagai ruang kontribusi, bukan semata-mata panggung kekuasaan.
“Kita tidak bisa menunggu. Saatnya kita bergerak bersama, membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk duduk di kursi pengambilan keputusan,” pungkasnya.
Forum Politik ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat dan mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan, sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan gender.(daru)

