yoga sakti – lodi purnomo reporter
Tangerang, 31 Maret 2025 – Meskipun perayaan Idulfitri telah tiba, arus mudik di berbagai wilayah, termasuk di Tangerang, masih berlangsung dengan cukup padat. Banyak pemudik yang tetap berusaha pulang ke kampung halaman mereka di berbagai daerah di Jawa Tengah meskipun harga tiket bus mengalami lonjakan yang signifikan.
Berdasarkan pantauan jurnalis di terminal bayangan yang terletak di Jalan KH Hasyim Asy’ari, Ciledug, Tangerang, Senin (31/3), terlihat masih banyak calon penumpang yang bersiap untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Salah satu pemudik, Sidik, warga Pondok Jagung, mengaku bahwa meskipun harga tiket melonjak tajam, ia tetap bertekad untuk mudik demi menjalankan tradisi Lebaran bersama keluarganya.
“Walaupun harga tiket sangat mahal, saya tetap harus mudik. Tradisi sungkem kepada orang tua adalah kewajiban yang harus dilakukan setiap Lebaran,” ujar Sidik.
Untuk menghemat biaya perjalanan, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Purwokerto dengan menggunakan sepeda motor, sementara istri dan anaknya tetap naik bus. “Saya memilih pulang naik motor agar lebih hemat, sedangkan istri dan anak naik bus.
Dengan cara ini, kami bisa mengurangi pengeluaran dan di kampung nanti motor bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi,” jelasnya.
Harga tiket bus jurusan Tangerang-Purwokerto hingga hari pertama Lebaran masih bertahan di angka Rp350 ribu per orang. Padahal, pada hari biasa, tarif hanya berkisar Rp150 ribu per orang.
Kenaikan tarif bus ini mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tarif normal, sehingga cukup memberatkan bagi sebagian pemudik yang memiliki keterbatasan anggaran.
Menurut Suwito, salah satu petugas bus di lokasi, lonjakan harga tiket ini sudah diberlakukan sejak H-14 Lebaran dan akan tetap berlangsung hingga H+7. Kenaikan tarif ini, katanya, dipicu oleh rendahnya jumlah penumpang saat bus kembali ke Jakarta setelah mengantarkan pemudik ke kampung halaman mereka.
“Kami menaikkan tarif karena operasional bus menjadi kurang seimbang. Setelah mengantar pemudik ke daerah tujuan, saat perjalanan kembali ke Jakarta, jumlah penumpang yang naik sangat sedikit, sehingga biaya operasional tetap harus ditutup dengan kenaikan harga tiket ini,” terangnya.
Kondisi ini membuat sebagian pemudik harus mencari alternatif transportasi lain yang lebih hemat biaya, seperti menumpang kendaraan pribadi atau bersepeda motor, demi tetap bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman mereka.
Meski demikian, semangat untuk berkumpul bersama keluarga tetap menjadi prioritas utama bagi para pemudik di tengah tantangan kenaikan harga tiket dan keterbatasan moda transportasi yang tersedia.
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
- Festival B2SA Tangerang Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal, Konsumsi Umbi-umbian Masih Rendah
- Pemkot Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater, Panen Ditargetkan Januari 2027

